Senin, 18 Oktober 2010

tuga isd 4

Mahasiswa dapat menjelaskan 2 pengertian pokok pembinaan dan pengembangan generasi muda ?
 Pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok yaitu [3] :
a. Generasi muda sebagai subyek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal-bekal dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam keterlibatannya secara fungsional bersama potensi lainnya, guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bengsa dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.
b. Generasi muda sebagai obyek pembinaan dan pengembangan ialah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan kemampuan –kemampuannya ke tingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fugsional.
(Sumber: http://afardiyani.blogspot.com)
studi kasus:
KARANG TARUNA SEBAGAI WADAH PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GENERASI MUDA

Karang Taruna sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Sosial RI No. 83/HUK/2005 adalah ?Organisasi Sosial wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah Desa/Kelurahan atau komunitas sederajat dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial?. Sedangkan keanggotannya bersifat stelsel pasif, artinya seluruh generasi muda dalam lingkungan Desa/Kelurahan atau komunitas adat sederajat yang bersusia 11 tahun sampai 45 tahun yang selanjutnya disebut Warga Karang Taruna. Dengan adanya Karang Taruna dimaksudkan sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda dalam rangka mewujudkan rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat pada umumnya. Tujuannya tidak lain adalah terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di Desa/Kelurahan yang memungkinkan pelaksanaan fungsionalnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial di lingkungannya melalui usaha-usaha pencegahan, pelayanan dan pengembangan sosial. Dengan demikian jelas bahwa sasaran yang ingin dicapai oleh KARANG TARUNA dititikberatkan pada kesadaran dan tanggung jawab sosial, sehingga dapat mewujudkan dengan baik kesejahteraan sosial yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Untuk mencapai sasaran tersebut, maka tugas pokok Karang Taruna adalah bersama-sama dengan pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.Karang Taruna melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut :
1. Penyelenggara usaha kesejahteraan sosial
2. Penyelenggara pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat
3. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di lingkungannya secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan
4. Penyelenggaraan kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya
5. Penanaman pengertian, memupuk dan meingkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda
6. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
7. Pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi di lingkungannya secara berswadaya
8. Penyelenggaraan rujukan, pendamping dan advokasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial
9. Penguatan sistim jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya
10. Penyelenggaraan usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual. Dengan melihat fungsi-fungsi di atas, terlihat bahwa kegiatan Karang Taruna diarahkan untuk menciptakan watak yang taqwa, terampil dan dinamis serta penanaman kesadaran dan tanggung jawab sosial yang tinggi.
(Sumber: http://www.kaskus.us)

Mahasiswa dapat menuliskan masalah-masalah generasi muda?

generasi muda dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya menghadapi berbagai permasalahan yang perlu diupayakan penanggulangannya dengan melibatkan semua pihak. Permasalahan umum yang dihadapi oleh generasi muda di Indonesia dewasa ini antara lain sebagai berikut :
1. Terbatasnya lapangan kerja yang tersedia. Dengan adanya pengangguran dapat merupakan beban bagi keluarga maupun negara sehingga dapat menimbulkan permasalahan lainnya.
2. Penyalahgunaan Obat Narkotika dan Zat Adiktif lainnya yang merusak fisik dan mental bangsa.
3. Masih adanya anak-anak yang hidup menggelandang.
4. Pergaulan bebas diantara muda-mudi yang menunjukkan gejala penyimpangan perilaku (Deviant behavior).
5. Masuknya budaya barat (Westernisasi Culture) yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita yang dapat merusak mental generasi muda.
6. Perkimpoian dibawah umur yang masih banyak dilakukan oleh golongan masyarakat, terutama di pedesaan.
7. Masih merajalelanya kenakalan remaja dan permasalahan lainnya. Permasalahan tersebut akan berkembang seiring dengan perkembangan jaman apabila tidak diupayakan pemecahannya oleh semua pihak termasuk organisasi masyarakat, diantaranya KARANG TARUNA . Salah satu kegiatan Karang Taruna Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman yang merupakan Karang Taruna berprestasi dalam bidang Perbengkelan.(Sumber: http://www.kaskus.us)
permasalahan-permasalahan lain generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain :
a. Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda.
b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun non formal. Tingginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa.
d. Kurangnya lapangan kerja / kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran / setengah pengangguran di kalangan generasi muda dan mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
e. Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda, hal tersebut disebabkan oleh rendahnya daya beli dan kurangnya perhatian tentang gizi dan menu makanan seimbang di kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah.
f. Masih banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan masyarakat daerah pedesaan.
g. Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan keluarga.
h. Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
i. Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.
(Sumber: http://afardiyani.blogspot.com)

menurut saya , dari berbagai hal permasalah-permasalahan yang di hadapi oleh generasi muda pada saat ini, terlebih dari faktor SDMnya sendiri.seperti pengangguran , yang sebenarnya generasi seperti kitalah ini yang dapat mengembangkan potensi diri , jangan tunggu syatu kesempatan ,tapi cobalah membuat suatu kesempatan .

Nama : Yayuk Devi Triyanti
NPM : 19110689
Kelas : 1KA26

Minggu, 17 Oktober 2010

tugas isd 3

PENGERTIAN MASYARAKAT ?


Arti Definisi / Pengertian Masyarakat
Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.
(http:organisasi.org)


menurut saya, dari pengertian di atas ,dapat di simpulkan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kelompok yang mandiri namun kolektif , yang menempati suatu tempat .




2 GOLONGAN MASYARAKAT ?

Berdasarkan Pekerjaan (profesi) dan Penghasilanya, Bangsa Indonesia dibagi dalam dua (2) golongan, yaitu: 1. Bangsa Indonesia yang “Pekerjaan dan Penghasilannya ditanggung atau dijamin oleh Pemerintah” , misalnya PNS, TNI, POLRI, Jaksa, Hakim, dll seluruh aparatur tetap pemerintah. Golongan ini dijamin pekerjaan dan penghasilannya, sebagai bukti jaminan penghasilan pada golongan ini adalah, mereka memerima gaji pada setiap akhir atau awal bulan. Pada tingkatan tertentu, dimana seseorang pada golongan ini telah menduduki jabatan, selain jaminan penghasilan, juga mendapat tambahan fasilitas lainnya, misalnya : perumahan, kendaraan (mobil), fasilitas kesehatan, biaya perjalanan, dll. (dan masih ada kesempatan untuk korupsi). Apabila dalam ketentuan batas usia maupun masa kerja telah tercapai dan sudah tidak lagi dipekerjakan atau diperbantukan, maka akan “Dipensiun” dengan dijamin hak penghasilan pensiun yang biasanya diterima pada setiap awal bulan. Dan ini semua sudah dikuatkan, atau diatur dan ditetapkan dalam undang2 ataupun peraturan pemerintah atau peraturan menteri.                                                             
2. Golongan Bangsa atau Masyarakat yang Pekerjaan dan Penghasilannya tidak ditanggung atau tidak dijamin oleh pemerintah . Golongan ini adalah masyarakat swasta, seperti petani, pedagang, jasa, buruh, dan pengusaha-pengusaha lainnya. Golongan ini mulai dari mencari pekerjaan, meciptakan pekerjaan, mengerjakan pekerjaan, mengelola pekerjaan, dll dilakukan sendiri secara mandiri, dan penghasilannya tergatung dari hasil jerih payahnya sendiri, tidak ada campur tangan pemerintah disini
(http://www.filsafat.kompasiana.com)
STUDI KASUS

Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Rakyat

           Hutan rakyat merupakan salah satu kawasan hutan hak yang dimiliki dan dikelola oleh masyarakat setempat, nilai strategis kawasan ini meliputi nilai sosial, nilai ekonomi, dan nilai ekologi yang mendukung kawasan lainnya.
            Salah satu program pemerintah dalam mengembangkan hutan rakyat adalah Program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL/Gerhan) yang merupakan salah satu upaya untuk memulihkan, mempertahankan, meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktifitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga. Salah satu kegiatan dalam Program Gerhan adalah pembuatan tanaman hutan rakyat yang dikembangkan pada lahan kritis dan tidak produktif.
         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengelolaan hutan rakyat di Desa Sendangijo, bentuk partisipasi masyarakat Desa Sendangijo dalam pengelolaan hutan rakyat, dan peran Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Wonogiri dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat.
          Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggu-nakan data primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan wawancara mendalam, serta dilakukan observasi dan studi dokumentasi. Pemilihan sampel digunakan purposive sampling dengan teknik snowball sampling.
           Beberapa hal ditemukan dalam penelitian pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan hutan rakyat dalam Program gerhan berkaitan dengan manfaat hutan rakyat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu untuk mensiasati kondisi lahan yang tidak menguntungkan untuk usahatani tanaman semusim (palawija) dan kemanfaatan ekonomi hutan rakyat di waktu yang akan datang. Meskipun Program Gerhan merupakan program yang bersifat top-down, akan tetapi karena program tersebut sesuai dengan kondisi dan keinginan masyarakat, maka partisipasi masyarakat setelah program berakhir tetap terus berlangsung. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat antara lain partisipasi dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan, menikmati hasil pengelolaan, dan pemeliharaan hutan rakyat. Partisipasi masyarakat dalam program tersebut didorong antara lain oleh adanya kepemilikan lahan selain lahan tegal, pekerjaan di luar usahatani, dan dukungan keuangan dari luar desa. Bentuk partisipasi masyarakat antara lain mengikuti kegiatan sosialisasi, ikut menentukan lokasi kegiatan, melaksanakan kegiatan, dan memelihara hasil kegiatan. Untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan sosialisasi kegiatan, penyuluhan, fasilitasi, dan pelatihan petani,

Rabu, 06 Oktober 2010

isd 2

pengertian Rasio Ketergantungan ?

Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.
  • Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
  • Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.( sumber:  http://missevi.wordpress.com )

studi kasus :

 Rasio Ketergantungan Perdagangan Korea terhadap cina

Rasio Ketergantungan Perdagangan Korea terhadap Cina mencapai sekitar 26 % tahun lalu.
Hasil data itu dibuat oleh Departmen Perekonomi dan Pengetahuan Korea dalam laporan yang diajukan kepada komite urusan ekonomi pengetahuan hari Selasa dalam interpelasi DPR terhadap kementerian pemerintah.
Menurut laporan, rasio ketergantungan perdagangan Korea terhadap Cina mencpai 25,8 persen tahun lalu yang merupakan paling tinggi.
Ketergantungan perdagangan Korea terhadap Uni Eropa mencapai 18,3 persen, Jepang 13 persen dan terhadap Amerika Serikat 12,2 persen.
( sumber:http://world.kbs.co.kr/indonesian/news )


tentang Persebaran Penduduk ?

studi kasus :
Data kependudukan hingga September 2008, dari Badan Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana (Badukcatpil & KB) Karawang menunjukan hal yang mengarah pada teori atau asumsi diatas. Dimana lokasi-lokasi atau kecamatan yang memiliki daya tarik seperti tempat hiburan, pusat perbelanjaan dan industri yang menyediakan banyak lapangan kerja menjadi daerah yang paling banyak penghuninya. Kecamatan Karawang Barat, Klari dan Telukjambe Timur adalah daerah atau kecamatan paling padat penduduknya di Kabupaten Karawang, dengan jumlah penduduk diatas 100 ribu jiwa, karena memang di tiga kecamatan inilah terutama kawasan industri berada.
Sedangkan mengenai kecamatan yang penduduknya paling sedikit, Kecamatan Pangkalan, Ciampel dan Tegalwaru menjadi kecamatan yang relatif paling sedikit penduduknya yakni sekitar 3.500 jiwa. Ketiga kecamatan ini secara geografis letaknya berada cukup jauh dari pusat kota Karawang, ditambah dengan pertumbuhan ekonominya yang tidak secepat seperti di kecamatan yang terletak di dekat pusat kota.
Rudi. S, Petugas TU Badukcatpil & KB Karawang, membenarkan bahwa dorongan ekonomi menjadi faktor utama terpusatnya penduduk di kecamatan-kecamatan tertentu. Selain itu, menurut Rudi hal ini ditambah juga dengan jumlah para pendatang terutama yang bekerja di industri-industri yang ada di Karawang terutama yang ada di Telukjambe dan Klari. Setiap harinya, menurutnya selalu banyak warga yang membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) Karawang dan umumnya memang dari mereka adalah warga pendatang.
Secara keseluruhan, berdasarkan data hingga September 2008, penduduk Karawang kini adalah 1.971.832 jiwa, terdiri dari 997.780 laki-laki dan 974.049 perempuan. Dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 573.900 KK. Angka ini lebih banyak dibanding tahun 2007 dimana penduduk Karawang saat itu berjumlah 1.929.033 jiwa, dan jauh lebih meningkat dibanding tahun 2005 yakni sebanyak 1.884.997 jiwa.
( sumber: http://www.karawanginfo.com )
pengertian Kebudayaan ?
Kata kebudayaan berasal dari kata Sansakerta yaitu Buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi atau akal”. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Tetapi ada sarjana lain yang mengupas kata budaya sebagai suatu perkembangan dari majemuk budi daya yang berarti daya dari budi. Karena itu mereka membedakan budaya dari kebudayaan.
Kebudayaan dalam bahasa latin / Yunani berasal dari kata “colere” yang berarti mengolah, mengerjakan terutama mengolah tanah. Dari arti ini berkembang arti culture sebagai segala daya dan usaha manusia untuk merubah alam. Sedangkan pengertian kebudayaan menurut ilmu antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Pengertian kebudayaan menurut para ahli:
  1. w E. B. Tylor, kebudayaan adalah kompleks yang menyangkut pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  1. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
  2. Koentjaraningrat, kebudayaan adalah konfigurasi dari seluruh gagasan dan karya manusia yang dihasilkan dengan belajar. 
  3. Soekmono, kebudayaan adalah segala ciptaan manusia dalam usahanya merubah dan memberi bentuk dan susunan baru terhadap pemberian Tuhan sesuai dengan kebutuhan jasmani dan rohaninya. 
  4. Suparlan, kebudayaan adalah serangkaian aturan petunjuk, resep, rencana dan strategi, yang terdiri atas serangkaian model kognitif yang digunakan secara selektif oleh manusia yang memilikinya sesuai dengan lingkungan yang dihadapinya. 
  5. L. Kroeber dan C. Kluckhohn, definisi kebudayaan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe definisi yaitu kebudayaan sebagai tingkah laku yang dipelajari sampai ke tradisi-tradisi, alat-alat untuk memecahkan masalah, produk atau artefak, ide-ide simbol, dan lain-lain.
 ( sumber: http://mahardhikazifana.com )

 

Senin, 04 Oktober 2010

tugas isd

ISD sebagai mata kuliah dasar.

menyebutkan tujuan ISD ? 

TUJUAN :
1. Mahasiswa memiliki kesiapan untuk menekuni dunia keilmuan.
2. Mahasiswa bisa mengerti dan memahami prinsip filsafaat ilmu
sebagai landasan mengerti dan memahami berbagai fenomena sosial
kontemporer.
3. Mahasiswa mampu memahami berbagai konsep ilmu sosial yang
akan digunakan sebagai instrumen memetakan segala problematika
sosial kemasyarakatan.
    ( sumber: elisa.ugm.ac.id/files/.../RPKPS%20ILMU%20SOSIAL%20DASAR.pdf )

      menyebutkan 3 kelompok ilmu ?


      Ilmu pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu :

      1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah

      2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.

      3. Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
      ( sumber: MKDU Ilmu Sosial Dasar Oleh : Harwantiyoko, Neltje F. )

      menurut saya, pembagian kelompok ini sangat bermanfaat dan penting.
      agar dapat membedakan antara ilmu-ilmu yang harus di pelajari dan di kuasai. 

      menjelaskan pengertian masalah sosial?

      Kehidupan manusia sebagai mahluk sosial selalu dihadapkan kepada masalah sosial yang tdak dapat dipisahkan dalah kehudupan. Masalah sosial ini timbul sebagai akibat dari hubungannya dengan sesame manusia lainnya dan akibat tingkah lakunya.masalah sosial ini idaklah sama antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya karena adanya perbedaan dalam tingkat perkembangan kebudayaannya, serta sifat kependudukannya, dan keadaan lingkungan alamnya.


      contoh masalah sosial ?
       
      studi kasus :

      Pengembangan Usahatani Bunga Pot Studi kasus Gg. Madirsan., Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang


      Daerah penelitian ditentukan secara purposive dan metode penarikan sampel dilakukan secara Sensus yaitu setiap populasi petani pembibit dijadikan sampel penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif. Adapun hasil-hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
      1. Karakteristik sosial petani sampel di daerah penelitian meliputi umur (20-54 tahun), tingkat pendidikan (6-16 tahun), pengalaman bertani (1-20tahun), dan status kepemilikan lahan.
      2. Karakteristik ekonomi petani sampel di daerah penelitian meliputi luas lahan (12-3500m2), jumlah tanggungan keluarga (0-7 orang), dan total pendapatan keluarga yang berasal dari pendapatan usahatani bunga pot dan di luar usahatani hunga pot (Rp.l.252.170-Rp.42.701.667).
      3. Masalah-masalah sosial di daerah penelitian meliputi masalah keamanan (61,90%), penguasaan teknik budidaya (28,57%), pembinaan/penyuluhan oleh PPL dan Dinas Terkait (76,20%), serta masalah masuknya bunga import dan bunga plastik (47,61).
      4. Masalah-masalah ekonomi di daerah penelitian meJiputi masalah keterbatasan lahan (71,43%), pemasaran (57,14%), persaingan usaha (76,20%), daya tahan produksi (61,90%), permodalan (71,43%), dan transportasi (38,10%).
      5. Upaya-upaya yang telah dilakukan petani sampel untuk mengatasi masalah-masalah sosial di daerah penelitian yakni dengan meningkatkan keamanan di daerah penelitian, mencari informasi terbaru teknik budidaya bunga pot, dan meningkatkan kualitas pembibitan bunga pot.
      6. Upaya-upaya yang telah dilakukan petani sampel untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yakni dengan cara membuat rak-rak tambahan sebagai alternatif keterbatasan lahan, meningkatkan pelayanan jasa berupa antar langsung bibit bunga pot kepada pembeli untuk meningkatkan penjualan dan menarik pembeli bunga pot, membuka usaha kecil-kecilan untuk menambah modal dan investasi usaha dalam rangka pengembangan usahatani bunga pot, mencoba akses pinjaman lunak ke bank, serta mencoba mengangsur secara kredit alat-alat transportasi.
      (sumber http://www.researchgate.net/publication)

      Menurut saya, masalah sosial itu sendiri dapat di tinjau dari berbagai hal atau dari berbagai aspek .
      untuk itu ada baiknya melihat suatu masalah sosial untuk kepentingan kolektif. agar dapat sama-sama memberikan keuntungan bagi masyarakat.